Kamis, 10 Desember 2009

Jepang Beri RI Bantuan Sebesar Rp 220 Miliar

Jum'at,11 Desember 2009
NUSA DUA, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang menghibahkan Rp 220 miliar kepada Indonesia untuk proyek pembangunan jembatan di Nias dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu, Jepang juga memberikan pinjaman dalam kerangka Official Development Assistance atau ODA untuk program perubahan iklim sebesar Rp 4,2 triliun dengan jangka waktu 15 tahun.



Penandatanganan nota kesepakatan dilakukan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri di sela-sela Forum Demokrasi Bali II, Kamis (10/12), Nusa
 Dua, Bali. Penandatanganan itu disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama.



Bantuan di Nias akan digunakan untuk memperbaiki dan mengganti enam jembatan agar tahan gempa. Di Nusa Tenggara Barat, bantuan akan digunakan untuk membangun empat jembatan di sepanjang pesisir selatan Pulau Sumbawa.




Sebelum penandatanganan kesepakatan bantuan dan pinjaman, Presiden Yudhoyono dan PM Hatoyama menggelar pembicaraan bilateral. ”Pertemuan bilate
 ral berjalan produktif. Kami membicarakan isu penting untuk meningkatkan persahabatan dan sepakat untuk terus bekerja sama di bidang ekonomi dan bidang lain,” kata Presiden Yudhoyono.



Presiden juga menyatakan harapan bahwa Indonesia bisa menarik lebih banyak investasi dari Jepang. Dengan adanya kesepakatan kemitraan ekonomi (EPA) Indonesia-Jepang diharapkan kerja sama menjadi lebih kondusif untuk menarik investasi.



Terus beri komitmen



PM Hatoyama menyatakan, Jepang terus berkomitmen menambah bantuan bagi Indonesia, terkait isu perubahan iklim dan rekonstruksi daerah bencana. Bantuan itu merupakan langkah konkret pertama dari Hatoyama Initiative untuk mendukung langkah Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim.



Selain bekerja sama dalam hal investasi dan perubahan iklim, Indonesia dan Jepang akan bekerja sama dalam pelatihan menghadapi bencana. Kedua negara akan menjadi penyelenggara bersama Latihan Penanggulangan Bencana ASEAN Regional Forum (ARF) di Manado tahun 2010. (FRO/BEN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar